Hasil pencarian: aplikasi untuk membuat proposal

Berikut ini adalah

"aplikasi untuk membuat proposal"

yang bisa anda download secara gratis dengan menekan tombol 'DOWNLOAD" dibawah!!.
download
download

Tunjangan Profesi akan dibayarkan pertriwulan dapat dilihat di peraturan Menteri Keuangan Nomor 41/pmk.07/2014.Pembayaran tunjangan profesi guru untuk tahun 2015 yang mencapai Rp80 triliun sama dengan anggaran Kemdikbud per tahunnya. Jumlahnya terus meningkat dan menyedot APBN.
Namun sayang ”Manisnya” tunjangan profesi tidak diimbangi dengan mutu pendidikan.
Berdasarkan pasal 21 ayat 1 PMK Nomor 241/PMK.07/2014 dinyatakan bahwa penyaluran tunjangan profesi (TP) guru dilaksanakan secara triwulanan (pertiga bulan), berikut JADWAL PENCAIRAN TUNJANGAN PROFESI PER TRIWULAN 2015
a. Triwulan I bulan Maret 2015
b. Triwulan II bulan Juni 2015
c. Triwulan III bulan September 2015, dan
d. Triwulan IV bulan November 2015

Begitu pula untuk DTP atau Dana Tambahan Penghasilan bagi guru PNS atau yang dikenal dengan tunjangan non sertifikasi guru berdasarkan pasal 22 ayat 1 PMK Nomor 241/PMK.07/2014 juga dilakukan secara triwulanan dengan jadwal pencairan yang sama dengan TP Guru di atas.
Download peraturan Menteri Keuangan Nomor 241/PMK.07/2014
baca juga :
CEK TUNJGAN GURU >> DISINI
SOLUSI MASALAH ERROR CEK PTK >> DISINI
PENYEBAB SKTP TERLAMBAT CAIR >>DISINI

Incoming search terms:

  • proposal penggalian dana kampanye

TAHU KAH KAMU ? Siapa yang tak kenal Batu akik, baru baru ini batu akik sungguh fenomenal sama halnya seperti fenomena bunga gelombang cinta waktu itu.Bahkan konon harga batu akik sekarang bersaing denag logam mulia seperti EMAS. dikarenaan pirmintaan semakin meningkat dan barang semakin langka dan susuah untuk didapatkan harga batu akik 
melambung tinggi, situlah hukum ILMU EKONOMI.

Ketenaran batu akik bukan hanya isapan jempol belaka, baru abru ini tersiar kabar jika event olah raga terbesar se asia empat tahunan sekali yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang tahun 2018 MENPORA ( Menteri Pemuda dan Olah Raga ) Bapak Imam Nahrawi akan menjadikan atau memberi tempat istimewa untuk Batu akik sebagai souvenir event empat tahunan tersebut.
Pak menteri beralasan momen ini bisa menjadi ajang promosi yang luar biasa terkait kekayaan batu mulia asal Indonesia.Indonesia memiliki banyak seali daerah penghasil batu akik dengan kualitas tinggi,yang belum banyak diketahui dunia Internasional.

Budaya Indonesia

   Menpora optomis keistimewaan batu akik akan menambah nilai khasanah seni dan budaya Indonesia.Menurut Imam batu akik adalah sumber daya alam Indonesia yang luar biasa.Hampirvtiapn daerah Di Indonesia menyimpan potensi batu akaik denagn motif , ciri yang beraneka ragam dan khas daerah masing masing.

Berikut Perkiraan lima jenis batu asli Indonesia yang akan di bagikan :

1. Bacan
Batu mulia asal Pulau Kasiruta, Halmahera Selatan, Maluku Utara, ini sejatinya telah tersohor hingga mancanegara. Bukan hanya di masa kini, melainkan sejak abad pertengahan saat Tanah Air menjadi pusat rempah-rempah dunia.
Batu bacan dianggap ‘batu hidup’ karena kemampuannya berproses menjadi lebih indah secara alami. Pada 1960, saat berkunjung ke Pulau Bacan, Presiden Soekarno dihadiahi warga setempat beberapa butir batu bacan. Presiden SBY juga sempat menghadiahi Presiden Amerika Serikat Barrack Obama cincin batu bacan saat berkunjung ke Indonesia.
2. Idokras
Kebanyakan batu ini berwarna lumut hijau atau kadang menyerupai warna solar, yakni cokelat kekuning-kuningan. Sumber jenis batu permata ini di Indonesia dari Sumatra Barat dan Nanggroe Aceh Darussalam.
3. Kalsedon
Batu ini memiliki berbagai warna mulai dari merah, kuning, biru, hingga jingga, tapi yang utama ialah hijau. Batu ini seolah-olah diselimuti kabut, sehingga kelihatan memiliki cahaya kusam. Di Indonesia batu jenis ini banyak dihasilkan di Jawa Barat dan Sulawesi Tenggara. Baru-baru ini, kalsedon juga ditemukan di Pacitan, Jawa Timur.
4. Akik gambar
Batu ini memiliki keistimewaan karena punya wujud gambar yang terukir secara alami. Ada batu akik yang punya gambar menyerupai ayam, tokoh, atau pemandangan. Jangan heran semakin unik gambar dalam batu akik ini tentu harga jual akan ikut terdongkrak.
5. Kalimaya
Batu yang juga disebut opal ini merupakan batu permata (gem) yang lembek, tapi banyak disukai orang. Harganya tergolong mahal. Opal bisa memancarkan cahaya berlian. Opal ditambang di India, Mesir, Australia, Meksiko. Khusus di Indonesia ada di Banten. Tidak berlebihan jika kalimaya dianggap sebagai batu terindah di dunia. 
ROS

Incoming search terms:

  • contoh proposal bumdes
  • formulir bpjs 2018
  • Gambar HUT PGRI TAHUN 2018
  • pdf contoh proposal kegiatan bumdes
  • proposal bumdes pdf
  • proposal pameran seni budaya di kota
  • proposal pengajuan dana usaha souvenir

TAHU KAH KAMU ? – mzringgo.com kali ini akan share tentang PENEMU HELIKOPTER ASAL INDONESIA. Siapa sangka , orang Indonesia kita tercinta juga memiliki seorang yang memiliki prestasi luar biasa.Walaupun bukan pertama kali yang menemukan, namun beliau termasuk sosok yang berjasa dalam pengembangan dunia Helikopter. seperti Igor Sikorsky Penemu Pertama kali Helikopter di dunia Jauh sebelum bapak BJ Habibie, beliau telah berjasa dalam pengembangan alat transpotasi udara tersebut. Beliau adalah Letkol (pur) Yum Soemarsono  lahir 10 Desember 1916, Soko, Purworejo, Indonesia, adalah seorang ilmuwan, tentara angkatan udara dan penerbang asal Indonesia yang dikenal sebagai bapak helikopter Indonesia. Berbeda dengan penemu dan pengembang helikopter lainnya, dia mengembangkan helikopter sendiri berdasarkan pengalaman dan intuisi serta keterampilannya yang tidak diperoleh dari pendidikan tinggi.
PROFIL
Nama   : Yum Soemarsono
Lahir    : Purworejo, 10 Desember 1916
Wafat   : Bandung , 5 Maret 1999
KARYA
HELIKOPTER RI-H
Walaupun pengetahuan aerodinamika terbilang pas-pasan Ia dan teman-temannya berhasil merancang helikopter pertama buatannya yang diberi nama RI-H pada tahun 1948. Namun helikopter ini tidak sempat diterbangkannya karena lokasi pembuatannya di Gunung Lawu dibom Belanda pada saat Revolusi Kemerdekaan Indonesia tanggal 19 Desember 1948.
HELIKOPTER YSH
Pada tahun 1950, Yum Soemarsono, Soeharto dan Hatmidji berhasil merancang Helikopter kedua yang di beri kode YSH, yang merupakan singkatan dari ketiganya yakni, Yum Soeharto Hatmidji. Helikopter ini berhasil melayang setinggi 10 cm di lapangan Terbang Sekip Yogyakarta. Namun sayangnya YSH mengalami kerusakan akibat jatuh dari truk saat diangkut ke Lapangan Kalijati, Yogyakarta.
Berkat prestasinya tersebut, pada tahun 1951 Beliau diberi beasiswa dari Hiller untuk belajar terbang di California, AS. Selain belajar menerbangkan helikopter, Beliau juga mengambil kursus desain helikopter di Stanford University. Di sini Beliau juga menunjukkan kepiawaian perhitungan desain rotor blade-nya, yang cuma berbeda satu inci dari rotor blade rancangan Wayne Wiesner, kepala biro desain Pabrik Hiller.
HELIKOPTER SOEMACOPTER
Pada tahun 1954, Helikopter ketiganya ia rancang dengan nama Seomarcopter. Helikopter ini berhasil terbang di ketinggian 3 meter sejauh 50 meter dengan mesin berdaya 60 pk. Penerbangan Helikopter ini disaksikan dan diawaki oleh Leonard Parish seorang Instruktur perusahaan Hiller Helicopter, Amerika Serikat. Pada tanggal 10 April 1954, Soermarkopter berhasil terangkat dari permukaan tanah setinggi 1 kaki. Pada tahun 1955 Beliau kembali ke tanah air dengan mengantongi lisensi rating penerbang helikopter hiller, bell, sikorsky, dan Mi-4.
HELIKOPTER KEPIK
Pada bulan Maret 1964 Beliau mengalami insiden saat menguji coba helikopternya yang ke-empat yang diberi nama Kepik. Kecelakaan ini menyebabkan tewasnya asisten beliau, bernama Dali. Bukan cuma itu beliau juga kehilangan tangan  kirinya. Nama kepik sendiri adalah nama pemberian Presiden Republik Indonesia pertama Soekarno. Walaupun kehilangan tangan kirinya, Beliau tak lantas putus asa. Beliau menemukan alat yang dinamakan throttle collective device untuk mengganti tangan kirinya yang putus, sehingga penerbang cacat masih mampu menerbangkan helikopter.
Yum Soemarsono meninggal dunia pada tanggal 5 Maret 1999 di Bandung. Yum Soemarsono, Nurtanio Pringgoadisuryo, Wiweko Soepono dan R.J Salatun, adalah perintis kedirgantaraan di Indonesia. Bila Nurtanio melakukan upaya merintis dalam bidang pesawat bersayap tetap, maka Yum Soemarsono adalah perintis dibidang helikopter.
Sekian share dari TAHU KAH KAMU ? – mzringgo.com. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang dunia.
Baca juga :

Incoming search terms:

  • contoh proposal pengajuan dana awal osis l
  • CONTOH PROPOSAL PKM KEWIRAUSAHAAN TENTANG KERAJINAN TANGAN

NUPTK merupakan salah satu syarat penting dalam pencairan dana SKTP untuk PTK-PTK yang telah lulus sertifikasi, Maupun jenis tunjangan-tunjangan lain. Karena NUPTK merupakan tanda bukti jika kita sudah terdaftar resmi. Namun bagaimana jika NUPTK tidak Valid pada info PTK
Berikut SOLUSI NUPTK TIDAK VALID PADA CEK PTK
Saat Anda Cek Data Guru kemudian tampil Status NUPTK Tidak Valid ?
Kemungkinan sebagai berikut !
  • NUPTK milik oran lain
  • NUPTK milik anda namun penulisannya berbeda./ salah dalam penginputan



SOLUSI
  • Pastikan NUPTK anda benar pada Dapodik
  • Jika belum memiliki NUPTK segera ajukan pengajuan NUPTK jalur khusus untuk Guru Bersertifikat

  • Jika ada kesalahan pada nama menurut NUPTK, usulkan perbaikan data NUPTK ke Badan PSDMP dan PMP, bukti perbaikan dikirimkan ke P2TK dikdas melalui dinas pendidikan setempat

CEK TUNJGAN GURU >> DISINI
SOLUSI MASALAH ERROR CEK PTK >> DISINI
SOLUSI NRG BELUM KELUAT >> DISINI

TAHU KAH KAMU ? – mzringgo.com kali ini akan share tentang TIPS MEMILIH BIBIT BURUNG BERKICAU, memilih bibit / bakalan burung berkicau harus dibekali dengan pengetahuan yang benar. Sebab salah membeli bibit burung berkicau pasti aan mengecewakan.
Berikut  TIPS MEMILIH BIBIT BURUNG BERKICAU yang TAHU KAH KAMU ? – mzringgo.com ambil dari berbagai sumber :
1.PENAMPILAN BURUNG SEHAT DAN ENERGIK
Burung ocehan yang penampilannya energik dan lincah dengan pandangan mata yang tajam , menandakan burung tersebut dalam keadaan fit segar bugar.Jangan pilih bibit dengan burung yang bermata sayu, terlihat lesu dan malas bergerak. Jika kepala burung tampak selalu bergoyang itu tandanya burung pernah mengidap sakit tetelo.

2.BURUNG TIDAK CACAT
Pilihlah burung berpenampilan indah dan tidak memiliki cacat, kelainan cacat badan antara lain kaki pincang, kaki pengkor, paruh bengkok, sayap patah kecacatan ini dapat mempengaruhi kicauan.
3.BERBULU INDAH DAN MENGKILAT
Berbulu indah artinya bulu, tubuh sayap dan ekor tidaklah rusak, tidak patah dan tampak mengkilat. Bulu burung yang rusak dan nampak kusam menandakan burung malas berkicau.
4.KAKI TIDAK BERSISIK DAN BERWARNA BERSIH
Burung yang kakinya besisik menunjukan burung sudah tua sehingga sulit dilatih berkicau. Pilih juga corak kaki burung yang bersih.Misalnya bibit jalak suren, dan beo yang baik yang kakinya bersih dan paruh berwarna putih. Sedangkan untuk murai batu berwarna kuning keputih-putihan.
5.KUKU BURNG SELALU PENDEK
Pilihlah yang berkuku pendek dan belum tumbuh maksimal .Kuku yang nampak panjang dan mencengkram, memandakan burung sudah tua dan sangat sulit dilatih.
6.PARUH TIPIS DAN PANJANG
Perhatikan paruh burung, jika tipis dan panjang menandakan burung masih muda.Bila ditambahkan dengan edudukan paruh bagian atas dan bawah seimbang maka setelah dewasa akan rajin berkicau.
7.MULAI BELAJAR BERKICAU
Bibit Burung ocehan yang baik biasanya terdengar mulai belajar berkicau yang menandakan burung muda hutan yang sehat dan energik.
8.PILIH BERKELAMIN JANTAN
Usahakan memilih bibit burung yang bekelamin jantan.Karenna memiliki suara yang lebih indaj merdu dari pada betina.
Itulah TIPS MEMILIH BIBIT BURUNG BERKICAU, semoga bermanfaat….

Incoming search terms:

  • hasil penelitian pedagang kaki lima

TAHU KAH KAMU ? Pada kejuaraan Bulu Tangkis Bintang lima yang diselenggarakan  di Negeri Ratu Elisabeth kali ini, Indonesia mengirimkan sejumlah atlit-atlit yang sebagian besar di isi pemain pemain Pelatnas Cipayung.PEMAIN BULUTANGKIS INDONESIA PADA KEJUARAAN ALL ENGLAND 2015 Ada 39 atlit BuluTangkis Indonesia yang akan turun di lima nomor yang dipertandingkan.

Kejuaraan yang memberikan hadiah total 500ribu dolar AS itu merupakan kejuaraan yang prestisius All England sendiri sebenarnya adalah turnamen super series premiere yang cukup ditunggu. Orang banyak yang tahu kalau turnamen ini bernama All England, namun sebenarnya nama asli atau nama panjang dari turnamen ini adalah The All England Open Badminton Championship. Yonex sendiri menjadi sponsor resmi turnamen ini sejak tahun 1984 sekaligus memperpanjang nama turnamen ini menjadi Yonex All England Open Badminton Championship.

Dalam 103 tahun usianya, turnament All England telah 8 kali berpindah tempat dan berpindah kota. Tercatat Wembley Arena di kota London merupakan tempat yang paling lama pernah menggelar kejuaraan ini yaitu dari tahun 1957-1993 sampai kemudian turnamen ini dipindahkan penyelenggaraanya pada tahun 1994 sampai dengan sekarang di National Indoor Arena di kota Birmingham. Tempat tempat lain yang pernah menggelar kejuaraan ini adalah HQ of the London Scottish Rifles di Buckingham Gate (1889-1901), Crystal Palace Central Transept di Sydenham Hill (1902), London Rifles Brigade’s City Headquarters di Bunhill Row, Islington (1903-1909), Horticultural Hall behind the Army and Navy Stores di Vincent Square, Westminster (1910-1939), Harringay Arena, North London Stadium di North London (1947 -1949), Empress Hall di Earls Court (1950-1956).
Dan kali ini tahun 2015 Indonesia kembali mengirimkan Atlit-atlit terbaik mereka yang siap bertanding untuk mengharumkan nama bangsa. Dan berikut susunannya :
1.      
 TUNGGAL PUTRA
  • SIMON SANTOSO
  • TOMMY SUGIARTO
  • DIONYSIUS HAYOM RUMBAKA

TUNGGAL PUTRI
  • LINDA WENIFANETRI
  • BELLAETRIX MANUPUTTY
  • MILLICENT WIRANTO

GANDA PUTRA
  • HENDRA SETIAWAN – MOHAMMAD AHSAN
  • ANGGA PRATAMA – RICKY KARANDA SUWARDI
  • WAHYU NAYAKA ARYA PANKARYANIRA – ADE YUSUF SANTOSO
  • MARCUS FERNALDI GIDEON – KEVIN SANJAYA SUAMULJO
  • ANDREI ADISTIA – HENDRA APRIDA GUNAWAN

GANDA PUTRI
  • GREYSIA POLLI – NITYA KRISHINDA MAHESWARI
  • SUCI RIZKI ANDINI – MARETHA GEA GIOVANI
  • DIAN FITRIANI – NADYA MELATI
  • PIA ZEBAIDAH BERNADETH – RIZKI AMELIA PRADIPTA

GANDA CAMPURAN
  • TANTOWI AHMAD – LILIANA NATSIR
  • RIKY WIDIANTO – RICHI PUSPITA DILI
  • PRAVEN JORDAN – DEBBY SUSANTO
  • EDI SUBAKTIAR – GLORIA EMANUELLE WIDJAJA
  • KEVIN SANJAYA SUKAMULJO – GRESIA POLLI
  • MARCUS FERNALDI GIDEON – NITYA KRISHINDA MAHESWARI
  • AGRIPPINA PRIMARAHMANTO PUTERA – RIZKI AMELIA PRADIPTA
  • MARKIS KIDO – PIA ZEBAIDAH BERNADETH

Tahun ini penyelenggaraan All England memasuki usia 103 tahun usianya, dunia menunggu dan berharap-harap cemas terutama negara ini, mungkinkah akan ada lagi pemain negeri ini yang akan menciptakan kejutan. Berekekuatan 39 pemain peluang Indonesia tetap ada meskipun pemain pemain dunia dari China, Korea, Malaysia, Thailand, Denmark sudah siap-siap menghadang laju mereka di babak awal, tapi kita berdo’a semoga mereka mampu mengharuman nama Indonesia dengan membawa kemenangan.

Juara All Engglan sepenjang masa!!

Incoming search terms:

  • contoh proposal turnamen volly bal
  • fans club futsal
  • PROPOSAL BANTUAN DANA LAPANGAN BULU TANGKIS
  • proposal dana untuk mengikuti turnamen bulutangkis ke sekolah
  • proposal sepak bola doc

TAHU KAH KAMU ? Semua orang di muka bumi yang cinta bulutangkis pasti tahu All England dan pasti setuju bahwa All England merupakan turnamen yang fantastis untuk diikuti para atlit atlit bulutangkis  berkelas internasional. All England telah menjadi bagian dari duni bulutangkis semenjak olahraga ini ada dan digemari hampir semua manusia.

Dalam 103 tahun usianya, turnament All England telah 8 kali berpindah tempat dan berpindah kota. Tercatat Wembley Arena di kota London merupakan tempat yang paling lama pernah menggelar kejuaraan ini yaitu dari tahun 1957-1993 sampai kemudian turnamen ini dipindahkan penyelenggaraanya pada tahun 1994 sampai dengan sekarang di National Indoor Arena di kota Birmingham. Tempat tempat lain yang pernah menggelar kejuaraan ini adalah 
  • HQ of the London Scottish Rifles di Buckingham Gate (1889-1901),
  • Crystal Palace Central Transept di Sydenham Hill (1902), 
  • London Rifles Brigade’s City Headquarters di Bunhill Row, Islington (1903-1909), 
  • Horticultural Hall behind the Army and Navy Stores di Vincent Square, Westminster (1910-1939), Harringay Arena, North London Stadium di North London (1947 -1949), 
  • Empress Hall di Earls Court (1950-1956).

Sepanjang Turnamen bulutangkis tertuanini juga telah banyak melahirkan juara – juara dari berbagi negara di dunia ini. siapakah saja kah mereka ??
Berikut daftar juara All England sepanjang masa

Ganda campuran

  • 2013 – Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia)
  • 2012 – Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia)
  • 2011 – Chen XU/Jin MA (China)
  • 2010 – Zhang Nan/Zhao Yun Lei (China)
  • 2009 – He Hanbin/Yu Yang (F) (China)
  • 2008 – Zheng Bo/Gao Ling (China)
  • 2007 – Zheng Bo/Gao Ling (China)
  • 2006 – Zhang Jun/Gao Ling (China)
  • 2005 – Nathan Robertson/Gail Emms (Inggris)
  • 2004 – Kim Dong Moon/Ra Kyung Min (Korea)
  • 2003 – Zhang Jun/ Gao Ling (China)
  • 2002 – Kim Dong Moon/ Ra Kyung Min (Korea)
  • 2001 – Zhang Jun/ Gao Ling (China)
  • 1979 – Christian Hadinata/ Imelda Wigoena (Indonesia)

Ganda putri

  • 2013 – Xiaoli WANG / Yang (F) YU ([China])
  • 2012 – Tian Qing / Zhao Yunlei (China)
  • 2011 – Xiaoli WANG / Yang (F) YU (China)
  • 2010 – Jing DU / Yang (F) YU (China)
  • 2009 – Zhao Tingting/Zhang Yawen (China)
  • 2008 – Lee Hyo Jung/Lee Kyeung Won (Korea Selatan)
  • 2007 – Wei Yili/Zhang Yawen (China)
  • 2006 – Gao Ling/ Huang Sui (China)
  • 2005 – Gao Ling/ Huang Sui (China)
  • 2004 – Gao Ling/ Huang Sui (China)
  • 2001-2003 – Gao Ling/ Huang Sui (China)

Ganda putra

  • 2013 – Xiaolong LIU/Zihan QIU (China)
  • 2012 – Lee Yong Dae/Jung Jae Sung (Korea Selatan)
  • 2011 – Mathias BOE / Carsten MOGENSEN (Denmark)
  • 2010 – Lars PAASKE / Jonas RASMUSSEN (Denmark)
  • 2009 – Cai Yun/Fu Haifeng (China)
  • 2008 – Lee Yong Dae/Jung Jae Sung (Korea Selatan)
  • 2007 – Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Malaysia)
  • 2006 – Jens Eriksen/Martin Lundgaard Hansen (Denmark)
  • 2005 – Cai Yun/Fu Haifeng (China)
  • 2004 – Jens Eriksen/Martin Kundgaard Hansen (Denmark)
  • 2003 – Sigit Budiarto/Candra Wijaya (Indonesia)
  • 2002 – Ha Tae-Kwon/Kim Dong-Moon (Korea Selatan)
  • 2001 – Tony Gunawan/Halim Heryanto (Indonesia)
  • 2000 – Ha Tae-Kwon/Kim Dong-Moon (Korea Selatan)
  • 1999 – Tony Gunawan/Candra Wijaya (Indonesia)
  • 1998 – Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung (Korea Selatan)
  • 1997 – Ha Tae-Kwon/Kang Kyung-Jin (Korea Selatan)
  • 1995-1996 – Rexy Mainaky/Ricky Subagja (Indonesia)
  • 1994 – Rudy Gunawan/Bambang Suprianto (Indonesia)
  • 1993 – Jon Holst-Christensen/Thomas Lund (Denmark)
  • 1992 – Rudy Gunawan/Eddy Hartono (Indonesia)
  • 1991 – Li Yongbo/Tian Bingyi (China)
  • 1990 – Kim Moon Soo/Park Joo Bong (Korea Selatan)
  • 1989 – Lee Sang Bok/Park Joo Bong (Korea Selatan)
  • 1987-1988 – Li Yongbo/Tian Bingyi (China)
  • 1985-1986 – Kim Moon Soo/Park Joo Bong (Korea Selatan)
  • 1984 – Kartono/Heryanto (Indonesia)
  • 1983 – Thomas Kihlstrøm/Stefan Karlsson (Swedia)
  • 1982 – Razif Sidek/Jaelani Sidek (Malaysia)
  • 1981 – Kartono/Heryanto (Indonesia)
  • 1977-1980 – Tjun Tjun/Johan Wahyudi (Indonesia)
  • 1976 – Bengt Fröman/Thomas Kihlström (Swedia)
  • 1974-1975 – Tjun Tjun/Johan Wahyudi (Indonesia)
  • 1973 – Christian Hadinata/Ade Chandra (Indonesia)
  • 1972 – Christian Hadinata/Ade Chandra (Indonesia)
  • 1971 – Ng Boon Bee/Punch Gunalan (Malaysia)
  • 1970 – Tom Bacher/Poul Petersen (Denmark)
  • 1967-1969 – Henning Borch/Erland Kops (Denmark)
  • 1965-1966 – Ng Boon Bee/Tan Yee Khan (Malaysia)
  • 1961-1964 – Finn Kobberø/Jørgen Hammergaard Hansen (Denmark)
  • 1960 – Finn Kobberø/Poul Erik Nielsen (Denmark)
  • 1959 – Lim Say Hup/Teh Kew San (Malaysia)
  • 1958 – Erland Kops/Poul Erik Nielsen (Denmark)
  • 1957 – J.C. Alston (AS)/’Johnnie’ Heah (Malaysia)
  • 1955-1956 – Finn Kobberø/Jørgen Hammergaard Hansen (Denmark)
  • 1954 – Ooi Teik Hock/Ong Poh Lim (Malaysia)
  • 1951-1953 – David Ewe Choong/Eddy B. Choong (Malaysia)
  • 1950 – Jørn Skaarup/Preben Dabelsteen (Denmark)
  • 1949 – Ool Teik Hock/Tech Seng Khoon (Malaysia)
  • 1948 – Preben Dabelsteen/Børge Frederiksen (Denmark)
  • 1947 – Tage Madsen/Poul Holm (Denmark)
  • 1940-1946 – tidak diadakan (Perang Dunia II)
  • 1939 – T.H. Boyle/J.L. Rankin (Irlandia)
  • 1936-1938 – L. Nichols/Ralph C.F. Nichols (Inggris)
  • 1932-1935 – Donald C. Hume/R.M. White (Inggris)
  • 1929-1931 – Frank Devlin/Gordon “Curly” Mack (Irlandia)
  • 1928 – Sir George Alan Thomas/Frank Hodge (Inggris)
  • 1926-1927 – Frank Devlin/Gordon “Curly” Mack (Irlandia)
  • 1925 – Herbert Uber/A.K. Jones (Inggris)
  • 1924 – Sir George Alan Thomas/Frank Hodge (Inggris)
  • 1923 – Frank Devlin/Gordon “Curly” Mack (Irlandia)
  • 1922 – Guy A. Sautter (Inggris)/Frank Devlin (Irlandia)
  • 1921 – Sir George Alan Thomas/Frank Hodge (Inggris)
  • 1920 – A.F. Engelbach/R. du Roveray (Inggris)
  • 1915-1919 – tidak diadakan (Perang Dunia I)
  • 1913-1914 – Frank Chesterton/George Alan Thomas (Inggris)
  • 1912 – Henry Norman Marrett/George Alan Thomas (Inggris)
  • 1911 – P.D. Fitton/Ernest Edward Shedden Hawthorn (Inggris)
  • 1910 – Henry Norman Marrett/George Alan Thomas (Inggris)
  • 1909 – Frank Chesterton/Albert Davis Prebble (Inggris)
  • 1908 – Henry Norman Marrett/George Alan Thomas (Inggris)
  • 1907 – Albert Davis Prebble/Norman Wood (Inggris)
  • 1906 – Henry Norman Marrett/George Alan Thomas (Inggris)
  • 1905 – C.T.J. Barnes/Stewart Marsden Massey (Inggris)
  • 1904 – Albert Davis Prebble/Henry Norman Marrett (Inggris)
  • 1903 – Stewart Marsden Massey/E.L. Huson (Inggris)
  • 1900-1902 – H.L. Mellersh/F.S. Collier (Inggris)
  • 1899 – D. Oakes/Stewart Marsden Massey (Inggris)

Tunggal putri

  • 2013 – Tine BAUN (Denmark)
  • 2012 – Li Xuerui (China)
  • 2011 – Wang Shixian (China)
  • 2010 – Tine Rassmussen (Denmark)
  • 2009 – Wang Yihan (China)
  • 2008 – Tine Rassmussen (Denmark)
  • 2005-2007 – Xie Xingfang (China)
  • 2004 – Gong Ruina (China)
  • 2003 – Zhou Mi (China)
  • 2002 – Camilla Martin (Denmark)
  • 2000-2001 – Gong Zhichao (China)
  • 1997-1999 – Ye Zhaoying (China)
  • 1996 – Bang Soo Hyun (Korea Selatan)
  • 1995 – Lim Xiao Qing (Swedia)
  • 1993-1994 – Susi Susanti (Indonesia)
  • 1992 – Tang Jiuhong (China)
  • 1990-1991 – Susi Susanti (Indonesia)
  • 1989 – Li Lingwei (China)
  • 1988 – Gu Jiaming (China)
  • 1987 – Kirsten Larsen (Denmark)
  • 1986 – Kim Yun-Ja (Korea Selatan)
  • 1985 – Han Aiping (China)
  • 1984 – Li Lingwei (China)
  • 1982-1983 – Zhang Ailing (China)
  • 1981 – Sun Ai Hwang (Korea Selatan)
  • 1979-1980 – Lene Køppen (Denmark)
  • 1978 – Gillian Gilks – kemudian Goodwin (Inggris)
  • 1977 – Hiroe Yuki (Jepang)
  • 1976 – Gillian Gilks – kemudian Goodwin (Inggris)
  • 1974-1975 – Hiroe Yuki (Jepang)
  • 1973 – Margaret Beck – kemudian Lockwood (Inggris)
  • 1972 – N. Nakayama (Jepang)
  • 1971 – Eva Twedberg – kemudian Stuart (Swedia)
  • 1970 – Etsuko Takenake (Jepang)
  • 1969 – Hiroe Yuki (Jepang)
  • 1968 – Eva Twedberg – kemudian Stuart (Swedia)
  • 1966-1967 – Judy Hashman – sebelumnya Devlin (Amerika Serikat)
  • 1965 – Ursula Smith (Inggris)
  • 1961-1964 – Judy Hashman – sebelumnya Devlin (AS)
  • 1960 – Judy Devlin – kemudian Hashman (AS)
  • 1959 – Heather M. Ward – kemudian Nielsen (Inggris)
  • 1957-1958 – Judy Devlin – kemudian Hashman (AS)
  • 1955-1956 – Margaret Varner (AS)
  • 1954 – Judy Devlin – kemudian Hashman (AS)
  • 1953 – Marie Ussing (Denmark)
  • 1952 – Tonny Ahm (Denmark)
  • 1951 – Aase Schiøtt Jacobsen (Denmark)
  • 1950 – Tonny Ahm (Denmark)
  • 1949 – Aase Schiøtt Jacobsen (Denmark)
  • 1948 – Kirsten Thorndahl (Denmark)
  • 1947 – Marie Ussing (Denmark)
  • 1940-1946 – tidak diadakan (Perang Dunia II)
  • 1939 – Dorothy Walton (Kanada)
  • 1938 – Daphne Young – kemudian Warrington (Inggris)
  • 1936-1937 – Telma Kingsbury (Inggris)
  • 1935 – Betty Uber (Inggris)
  • 1934 – Leoni Kingsbury – kemudian Middlemost (Inggris)
  • 1933 – Alice Woodroffe – kemudian Teague (Inggris)
  • 1932 – Leoni Kingsbury – kemudian Middlemost (Inggris)
  • 1929-1931 – F.G. Barrett (Inggris)
  • 1928 – Margaret Rivers Tragett – sebelumnya Larminie (Inggris)
  • 1926-1927 – F.G. Barrett (Inggris)
  • 1925 – Margaret Stocks – sebelumnya McKane (Inggris)
  • 1924 – Kitty McKane – kemudian Godfrey (Inggris)
  • 1923 – Lavinia C. Radeglia (Inggris)
  • 1920-1922 – Kitty McKane – kemudian Godfrey (Inggris)
  • 1915-1919 – tidak diadakan (Perang Dunia I)
  • 1913-1914 – Lavinia C. Radeglia (Inggris)
  • 1912 – Margaret Rivers Tragett – sebelumnya Larminie (Inggris)
  • 1911 – Margaret Larminie – kemudian Rivers Tragett (Inggris)
  • 1903-1910 – Ethel B. Thomson – kemudian Larcombe (Inggris)
  • 1902 – Muriel Lucas – kemudian Adams (Inggris)
  • 1900-1901 – Ethel B. Thomson – kemudian Larcombe (Inggris)

Tunggal putra

  • 2013 – Chen Long (China)
  • 2012 – Lin Dan (China)
  • 2010-2011 – Lee Chong Wei (Malaysia)
  • 2009 – Lin Dan (China)
  • 2008 – Chen Jin (China)
  • 2006-2007 – Lin Dan (China)
  • 2005 – Chen Hong (China)
  • 2004 – Lin Dan (China)
  • 2003 – Muhammad Hafiz Hashim (Malaysia)
  • 2002 – Chen Hong (China)
  • 2001 – Pullela Gopichand (India)
  • 2000 – Xia Xuanze (China)
  • 1999 – Peter Gade (Denmark)
  • 1998 – Sun Jun (China)
  • 1997 – Dong Jiong (China)
  • 1995-1996 – Poul Erik Høyer (Denmark)
  • 1993-1994 – Heryanto Arbi (Indonesia)
  • 1992 – Liu Jun (China)
  • 1991 – Ardy Wiranata (Indonesia)
  • 1990 – Zhao Jianhua (China)
  • 1989 – Yang Yang (China)
  • 1988 – Ib Frederiksen (Denmark)
  • 1986-1987 – Morten Frost Hansen (Denmark)
  • 1985 – Zhao Jianhua (China)
  • 1984 – Morten Frost (Denmark)
  • 1983 – Luan Jin (China)
  • 1982 – Morten Frost Hansen (Denmark)
  • 1981 – Liem Swie King (Indonesia)
  • 1980 – Prakash Padukone (India)
  • 1978-1979 – Liem Swie King (Indonesia)
  • 1977 – Flemming Delfs (Denmark)
  • 1976 – Rudy Hartono (Indonesia)
  • 1975 – Svend Pri (Denmark)
  • 1968-1974 – Rudy Hartono (Indonesia)
  • 1967 – Erland Kops (Denmark)
  • 1966 – Tan Aik Huang (Malaysia)
  • 1965 – Erland Kops (Denmark)
  • 1964 – Knud Aage Nielsen (Denmark)
  • 1960-1963 – Erland Kops (Denmark)
  • 1959 – Tan Joe Hok (Indonesia)
  • 1958 – Erland Kops (Denmark)
  • 1956-1957 – Eddy B. Choong (Malaysia)
  • 1955 – Wong Peng Soon (Malaysia)
  • 1953-1954 – Eddy B. Choong (Malaysia)
  • 1950-1952 – Wong Peng Soon (Malaysia)
  • 1949 – Dave G. Freemann (Amerika Serikat)
  • 1948 – Jørn Skaarup (Denmark)
  • 1947 – Conny Jepsen (Swedia)
  • 1940-1946 – tidak diadakan (Perang Dunia II)
  • 1939 – Tage Madsen (Danmark)
  • 1936-1938 – Ralph C.F. Nichols (Inggris)
  • 1935 – R.M. White (Inggris)
  • 1934 – Ralph C.F. Nichols (Inggris)
  • 1933 – R.M. White (Inggris)
  • 1932 – Ralph C.F. Nichols (Inggris)
  • 1931 – Frank Devlin (Irlandia)
  • 1930 – Donald C. Hume (Inggris)
  • 1925-1929 – Frank Devlin (Irlandia)
  • 1924 – Gordon “Curly” Mack (Irlandia)
  • 1923 – Sir George Alan Thomas (Inggris)
  • 1920-1922 – Sir George Alan Thomas (Inggris)
  • 1915-1919 – tidak diadakan (Perang Dunia I)
  • 1913-1914 – Guy A. Sautter (Inggris)
  • 1912 – Frank Chesterton (Inggris)
  • 1911 – Guy A. Sautter (Inggris)
  • 1909-1910 – Frank Chesterton (Inggris)
  • 1908 – Henry Norman Marrett (Inggris)
  • 1906-1907 – Norman Wood (Inggris)
  • 1904-1905 – Henry Norman Marrett (Inggris)
  • 1902-1903 – Ralph Watling (Inggris)
  • 1901 – Kaptajn H.W. Davies (Inggris)
  • 1900 – Sidney H. Smith (Inggris)
  • 1899 – tidak ada nomor tunggal putra

Incoming search terms:

  • pendaftaran inja warrior 2018
  • proposal event jepang
  • iklan lamarar kerja alfamart bahasa inggris
  • cpntoh proposal karangan ilmiah tentang tournament
  • contoh surat lamaran kapal pesiar
  • contoh proposal ptk bahasa indonesia
  • contoh proposal karangan ilmiah tentang tournamen
  • contoh proposal bahasa indonesia pdf
  • surat lamaran kerja perawat dengan bahasa inggris
  • Biography of kim hanbin dalam bentuk teks dalam bahasa inggris beserta terjemahannya