Hasil pencarian: proposal bantuan mix untuk masjid

Berikut ini adalah

"proposal bantuan mix untuk masjid"

yang bisa anda download secara gratis dengan menekan tombol 'DOWNLOAD" dibawah!!.
download
download

TAHU KAH KAMU ? Siapa yang tak kenal Batu akik, baru baru ini batu akik sungguh fenomenal sama halnya seperti fenomena bunga gelombang cinta waktu itu.Bahkan konon harga batu akik sekarang bersaing denag logam mulia seperti EMAS. dikarenaan pirmintaan semakin meningkat dan barang semakin langka dan susuah untuk didapatkan harga batu akik 
melambung tinggi, situlah hukum ILMU EKONOMI.

Ketenaran batu akik bukan hanya isapan jempol belaka, baru abru ini tersiar kabar jika event olah raga terbesar se asia empat tahunan sekali yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang tahun 2018 MENPORA ( Menteri Pemuda dan Olah Raga ) Bapak Imam Nahrawi akan menjadikan atau memberi tempat istimewa untuk Batu akik sebagai souvenir event empat tahunan tersebut.
Pak menteri beralasan momen ini bisa menjadi ajang promosi yang luar biasa terkait kekayaan batu mulia asal Indonesia.Indonesia memiliki banyak seali daerah penghasil batu akik dengan kualitas tinggi,yang belum banyak diketahui dunia Internasional.

Budaya Indonesia

   Menpora optomis keistimewaan batu akik akan menambah nilai khasanah seni dan budaya Indonesia.Menurut Imam batu akik adalah sumber daya alam Indonesia yang luar biasa.Hampirvtiapn daerah Di Indonesia menyimpan potensi batu akaik denagn motif , ciri yang beraneka ragam dan khas daerah masing masing.

Berikut Perkiraan lima jenis batu asli Indonesia yang akan di bagikan :

1. Bacan
Batu mulia asal Pulau Kasiruta, Halmahera Selatan, Maluku Utara, ini sejatinya telah tersohor hingga mancanegara. Bukan hanya di masa kini, melainkan sejak abad pertengahan saat Tanah Air menjadi pusat rempah-rempah dunia.
Batu bacan dianggap ‘batu hidup’ karena kemampuannya berproses menjadi lebih indah secara alami. Pada 1960, saat berkunjung ke Pulau Bacan, Presiden Soekarno dihadiahi warga setempat beberapa butir batu bacan. Presiden SBY juga sempat menghadiahi Presiden Amerika Serikat Barrack Obama cincin batu bacan saat berkunjung ke Indonesia.
2. Idokras
Kebanyakan batu ini berwarna lumut hijau atau kadang menyerupai warna solar, yakni cokelat kekuning-kuningan. Sumber jenis batu permata ini di Indonesia dari Sumatra Barat dan Nanggroe Aceh Darussalam.
3. Kalsedon
Batu ini memiliki berbagai warna mulai dari merah, kuning, biru, hingga jingga, tapi yang utama ialah hijau. Batu ini seolah-olah diselimuti kabut, sehingga kelihatan memiliki cahaya kusam. Di Indonesia batu jenis ini banyak dihasilkan di Jawa Barat dan Sulawesi Tenggara. Baru-baru ini, kalsedon juga ditemukan di Pacitan, Jawa Timur.
4. Akik gambar
Batu ini memiliki keistimewaan karena punya wujud gambar yang terukir secara alami. Ada batu akik yang punya gambar menyerupai ayam, tokoh, atau pemandangan. Jangan heran semakin unik gambar dalam batu akik ini tentu harga jual akan ikut terdongkrak.
5. Kalimaya
Batu yang juga disebut opal ini merupakan batu permata (gem) yang lembek, tapi banyak disukai orang. Harganya tergolong mahal. Opal bisa memancarkan cahaya berlian. Opal ditambang di India, Mesir, Australia, Meksiko. Khusus di Indonesia ada di Banten. Tidak berlebihan jika kalimaya dianggap sebagai batu terindah di dunia. 
ROS

Incoming search terms:

  • proposal bumdes pdf
  • contoh proposal bumdes
  • contoh proposal bumdes pdf
  • formulir bpjs 2018
  • Gambar HUT PGRI TAHUN 2018
  • pdf contoh proposal kegiatan bumdes
  • proposal pameran seni budaya di kota
  • proposal pengajuan dana usaha souvenir

           Tahu kah kamu ? – Masing-masing individu memiliki tingkat kejenuhan berbeda-beda, tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti ;

  • Faktor Usia
  • Makanan yang anda Konsumsi
  • Tingkat aktivitas
       Yang tidak boleh dilakukan adalah membiarkan rasa bosan ini terlalu lama hinggap di tubuh anda, hingga mengganggu aktivitas pekerjaan dan mengurangi produktivitas anda.
Bagaimana cara mengatasi jenuh saat didepan komputer dengan cara-cara praktis?
Tips berikut ini , bisa anda terapkan saat mata anda sangat berat unutk dibuka ;

1.  Cari udara segar

       Menghirup udara segar atau melakukan exercise seperti push up bisa mengembalikan kekuatan anda yang sempat hilang, atau menelpon teman anda atau gebetan sekedar menanyakan kabar atau membahas film apa yang akan tayang minggu ini.Dijamin badan anda akan kembali segar.

2.  Dengarkan musik

       Bila keadaan anda tidak memungkinkan untuk keluar ruangan, anda bisa menyegarkan pikiran anda dengan mendengarkan musik favorit anda atau lagu yang bersemangat di komputer anda.Cara ini bisa membantu menghilangkan kejenuhan sejenak dan kembali memompa semangat anda.

3.  Minum Air Putih

       Air dapat menyegarkan tubuh dengan vara mengatur metabolisme tubuh kembali lancar.Jangan khawatir bila terjadi bolak-balik kamar mandi , hal itu bisa menjadi salah satu cara agar tubuh anda tidak malas untuk bergerak.

4.  Organize E-Mail atau akun sosial media

       Selain aktivitas yang bisa membuat fisik anda terjaga, anda juga bisa mengalihkan kebosanan denagan menjelajhi ruang sosial media anda , seperti facebook, twitter, google+ atau hanya sekedar mengecek e-mail yang masuk.

Semoga tips ini dapat membantu anda , sehingga pekerjaan anda dapat anda selsaikan semaksimal mungkin.
 
   

Incoming search terms:

  • yhs-fh_lsonsw
  • proposal pengajuan ekstrakurikuler bola voli

TAHU KAH KAMU ? – mzringgo.com kali ini akan share tentang TIPS MEMILIH BIBIT BURUNG BERKICAU, memilih bibit / bakalan burung berkicau harus dibekali dengan pengetahuan yang benar. Sebab salah membeli bibit burung berkicau pasti aan mengecewakan.
Berikut  TIPS MEMILIH BIBIT BURUNG BERKICAU yang TAHU KAH KAMU ? – mzringgo.com ambil dari berbagai sumber :
1.PENAMPILAN BURUNG SEHAT DAN ENERGIK
Burung ocehan yang penampilannya energik dan lincah dengan pandangan mata yang tajam , menandakan burung tersebut dalam keadaan fit segar bugar.Jangan pilih bibit dengan burung yang bermata sayu, terlihat lesu dan malas bergerak. Jika kepala burung tampak selalu bergoyang itu tandanya burung pernah mengidap sakit tetelo.

2.BURUNG TIDAK CACAT
Pilihlah burung berpenampilan indah dan tidak memiliki cacat, kelainan cacat badan antara lain kaki pincang, kaki pengkor, paruh bengkok, sayap patah kecacatan ini dapat mempengaruhi kicauan.
3.BERBULU INDAH DAN MENGKILAT
Berbulu indah artinya bulu, tubuh sayap dan ekor tidaklah rusak, tidak patah dan tampak mengkilat. Bulu burung yang rusak dan nampak kusam menandakan burung malas berkicau.
4.KAKI TIDAK BERSISIK DAN BERWARNA BERSIH
Burung yang kakinya besisik menunjukan burung sudah tua sehingga sulit dilatih berkicau. Pilih juga corak kaki burung yang bersih.Misalnya bibit jalak suren, dan beo yang baik yang kakinya bersih dan paruh berwarna putih. Sedangkan untuk murai batu berwarna kuning keputih-putihan.
5.KUKU BURNG SELALU PENDEK
Pilihlah yang berkuku pendek dan belum tumbuh maksimal .Kuku yang nampak panjang dan mencengkram, memandakan burung sudah tua dan sangat sulit dilatih.
6.PARUH TIPIS DAN PANJANG
Perhatikan paruh burung, jika tipis dan panjang menandakan burung masih muda.Bila ditambahkan dengan edudukan paruh bagian atas dan bawah seimbang maka setelah dewasa akan rajin berkicau.
7.MULAI BELAJAR BERKICAU
Bibit Burung ocehan yang baik biasanya terdengar mulai belajar berkicau yang menandakan burung muda hutan yang sehat dan energik.
8.PILIH BERKELAMIN JANTAN
Usahakan memilih bibit burung yang bekelamin jantan.Karenna memiliki suara yang lebih indaj merdu dari pada betina.
Itulah TIPS MEMILIH BIBIT BURUNG BERKICAU, semoga bermanfaat….

Incoming search terms:

  • hasil penelitian pedagang kaki lima
  • proposal bola kaki

Tahu Kah Kamu ? – Abu Ali Al-Haytham adalah Penemu Kamera Pertama Diduia, ilmuan kebanyakan menyebutnya dengan panggilan Ibnu Al-Haytam atau Ibnu Haytam atau juga Ibnu Al-Hazen.Lahir di Basra. Iraq 965M ,Dikenal sebagai Polymath, yaitu istilah yang diberikan kepaa mereka yang menguasai berbagai macam ilmu.Beliau muslim timur tengah yang menemukan Kamera pertama di Dunia.Kamera berasal dari bahasa Arab, yaitu qamara, istilah itu muncul berkait kerja keras Ilmuan muslim satu ini.

PROFIL

Nama Lengkap             : Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham

Lahir                             : Kota Basra, Negara Iraq Pada Tahun 945 Masehi

Ilmu yang dikuasai       : sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat.

KISAH HIDUP

Haytham dari muda  telah menjadi seo­rang yang mahir dalam berbagai bidang ilmu seperti sains, falak, matematika, geometri, pengobatan medis. Dalam Bidang Medis, pengaruh ilmuan asal Timur Tengah ini masih sangat berpengaruh Termasuk teorinya mengenai pengobatan mata masih digunakan  diberbagai Universitas di seluruh belahan dunia, terutama dunia barat.
Pada saat itu banya dari Ilmuan maupun cendikiawan Barat, menyebut Haytham sebagai Alhazen. Pertama melangkah karirnya Ia memulai pendidikan awalnya di Basrah sebelum diangkat menjadi pegawai pemerintah ditempat kelahirannya. Setelah beberapa lama bekerja dipemerintahan, Hatinya mulai terggah untuk menjelajahi dunia lain, Haytham pergi ke Ahwaz dan Mesir.Pada saat diperjalanan ke Ahwaz, Haytham berhasil membuat beberapa karya tulis yang luar biasa
KARYA

Dalam perjanan ke Ahwaz, Haytam membuktikan pandangannya apabila dia begitu ghairah mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya. Beberapa karya luar bisa berhasil ia ciptakan termasuk :
  1. Maqalah fi Istikhraj Simat al’Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat bagi segenap rantau;
  2. M.aqalah fima Tad’u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak dan
  3. Risalah fi Sina’at al-Syi’r mengenai teknik penulisan puisi.
  4. Al’Jami’ fi Usul al’Hisab yang mengandungi teori-teori ilmu metametik dan metametik penganalisaannya;
  5. Kitab al-Tahlil wa al’Tarkib mengenai ilmu geometri;
  6. Kitab Tahlil ai’masa^il al ‘Adadiyah tentang algebra;
Buah pemikiran Ibnu Haitham telah menyediakan landasan kepada perkembangan ilmu sains dan pada masa yang sama tulisannya mengenai falsafah telah membuktikan keaslian pemikiran sarjana Islam dalam bidang ilmu tersebut yang tidak lagi terbelenggu oleh pemikiran filsafat Yunani.

Baca juga : Penemu Mikroskop Pertama kali

Incoming search terms:

  • contoh proposal rental kamera
  • contoh proposal kegiatan pengob
  • contoh proposal pkm bidang komunikasi
  • proposal pengobatan gratis pdf
  • proposal study kelayakan bisnis usaha rental kamera

TAHU KAH KAMU ? Semua orang di muka bumi yang cinta bulutangkis pasti tahu All England dan pasti setuju bahwa All England merupakan turnamen yang fantastis untuk diikuti para atlit atlit bulutangkis  berkelas internasional. All England telah menjadi bagian dari duni bulutangkis semenjak olahraga ini ada dan digemari hampir semua manusia.

Dalam 103 tahun usianya, turnament All England telah 8 kali berpindah tempat dan berpindah kota. Tercatat Wembley Arena di kota London merupakan tempat yang paling lama pernah menggelar kejuaraan ini yaitu dari tahun 1957-1993 sampai kemudian turnamen ini dipindahkan penyelenggaraanya pada tahun 1994 sampai dengan sekarang di National Indoor Arena di kota Birmingham. Tempat tempat lain yang pernah menggelar kejuaraan ini adalah 
  • HQ of the London Scottish Rifles di Buckingham Gate (1889-1901),
  • Crystal Palace Central Transept di Sydenham Hill (1902), 
  • London Rifles Brigade’s City Headquarters di Bunhill Row, Islington (1903-1909), 
  • Horticultural Hall behind the Army and Navy Stores di Vincent Square, Westminster (1910-1939), Harringay Arena, North London Stadium di North London (1947 -1949), 
  • Empress Hall di Earls Court (1950-1956).

Sepanjang Turnamen bulutangkis tertuanini juga telah banyak melahirkan juara – juara dari berbagi negara di dunia ini. siapakah saja kah mereka ??
Berikut daftar juara All England sepanjang masa

Ganda campuran

  • 2013 – Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia)
  • 2012 – Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia)
  • 2011 – Chen XU/Jin MA (China)
  • 2010 – Zhang Nan/Zhao Yun Lei (China)
  • 2009 – He Hanbin/Yu Yang (F) (China)
  • 2008 – Zheng Bo/Gao Ling (China)
  • 2007 – Zheng Bo/Gao Ling (China)
  • 2006 – Zhang Jun/Gao Ling (China)
  • 2005 – Nathan Robertson/Gail Emms (Inggris)
  • 2004 – Kim Dong Moon/Ra Kyung Min (Korea)
  • 2003 – Zhang Jun/ Gao Ling (China)
  • 2002 – Kim Dong Moon/ Ra Kyung Min (Korea)
  • 2001 – Zhang Jun/ Gao Ling (China)
  • 1979 – Christian Hadinata/ Imelda Wigoena (Indonesia)

Ganda putri

  • 2013 – Xiaoli WANG / Yang (F) YU ([China])
  • 2012 – Tian Qing / Zhao Yunlei (China)
  • 2011 – Xiaoli WANG / Yang (F) YU (China)
  • 2010 – Jing DU / Yang (F) YU (China)
  • 2009 – Zhao Tingting/Zhang Yawen (China)
  • 2008 – Lee Hyo Jung/Lee Kyeung Won (Korea Selatan)
  • 2007 – Wei Yili/Zhang Yawen (China)
  • 2006 – Gao Ling/ Huang Sui (China)
  • 2005 – Gao Ling/ Huang Sui (China)
  • 2004 – Gao Ling/ Huang Sui (China)
  • 2001-2003 – Gao Ling/ Huang Sui (China)

Ganda putra

  • 2013 – Xiaolong LIU/Zihan QIU (China)
  • 2012 – Lee Yong Dae/Jung Jae Sung (Korea Selatan)
  • 2011 – Mathias BOE / Carsten MOGENSEN (Denmark)
  • 2010 – Lars PAASKE / Jonas RASMUSSEN (Denmark)
  • 2009 – Cai Yun/Fu Haifeng (China)
  • 2008 – Lee Yong Dae/Jung Jae Sung (Korea Selatan)
  • 2007 – Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Malaysia)
  • 2006 – Jens Eriksen/Martin Lundgaard Hansen (Denmark)
  • 2005 – Cai Yun/Fu Haifeng (China)
  • 2004 – Jens Eriksen/Martin Kundgaard Hansen (Denmark)
  • 2003 – Sigit Budiarto/Candra Wijaya (Indonesia)
  • 2002 – Ha Tae-Kwon/Kim Dong-Moon (Korea Selatan)
  • 2001 – Tony Gunawan/Halim Heryanto (Indonesia)
  • 2000 – Ha Tae-Kwon/Kim Dong-Moon (Korea Selatan)
  • 1999 – Tony Gunawan/Candra Wijaya (Indonesia)
  • 1998 – Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung (Korea Selatan)
  • 1997 – Ha Tae-Kwon/Kang Kyung-Jin (Korea Selatan)
  • 1995-1996 – Rexy Mainaky/Ricky Subagja (Indonesia)
  • 1994 – Rudy Gunawan/Bambang Suprianto (Indonesia)
  • 1993 – Jon Holst-Christensen/Thomas Lund (Denmark)
  • 1992 – Rudy Gunawan/Eddy Hartono (Indonesia)
  • 1991 – Li Yongbo/Tian Bingyi (China)
  • 1990 – Kim Moon Soo/Park Joo Bong (Korea Selatan)
  • 1989 – Lee Sang Bok/Park Joo Bong (Korea Selatan)
  • 1987-1988 – Li Yongbo/Tian Bingyi (China)
  • 1985-1986 – Kim Moon Soo/Park Joo Bong (Korea Selatan)
  • 1984 – Kartono/Heryanto (Indonesia)
  • 1983 – Thomas Kihlstrøm/Stefan Karlsson (Swedia)
  • 1982 – Razif Sidek/Jaelani Sidek (Malaysia)
  • 1981 – Kartono/Heryanto (Indonesia)
  • 1977-1980 – Tjun Tjun/Johan Wahyudi (Indonesia)
  • 1976 – Bengt Fröman/Thomas Kihlström (Swedia)
  • 1974-1975 – Tjun Tjun/Johan Wahyudi (Indonesia)
  • 1973 – Christian Hadinata/Ade Chandra (Indonesia)
  • 1972 – Christian Hadinata/Ade Chandra (Indonesia)
  • 1971 – Ng Boon Bee/Punch Gunalan (Malaysia)
  • 1970 – Tom Bacher/Poul Petersen (Denmark)
  • 1967-1969 – Henning Borch/Erland Kops (Denmark)
  • 1965-1966 – Ng Boon Bee/Tan Yee Khan (Malaysia)
  • 1961-1964 – Finn Kobberø/Jørgen Hammergaard Hansen (Denmark)
  • 1960 – Finn Kobberø/Poul Erik Nielsen (Denmark)
  • 1959 – Lim Say Hup/Teh Kew San (Malaysia)
  • 1958 – Erland Kops/Poul Erik Nielsen (Denmark)
  • 1957 – J.C. Alston (AS)/’Johnnie’ Heah (Malaysia)
  • 1955-1956 – Finn Kobberø/Jørgen Hammergaard Hansen (Denmark)
  • 1954 – Ooi Teik Hock/Ong Poh Lim (Malaysia)
  • 1951-1953 – David Ewe Choong/Eddy B. Choong (Malaysia)
  • 1950 – Jørn Skaarup/Preben Dabelsteen (Denmark)
  • 1949 – Ool Teik Hock/Tech Seng Khoon (Malaysia)
  • 1948 – Preben Dabelsteen/Børge Frederiksen (Denmark)
  • 1947 – Tage Madsen/Poul Holm (Denmark)
  • 1940-1946 – tidak diadakan (Perang Dunia II)
  • 1939 – T.H. Boyle/J.L. Rankin (Irlandia)
  • 1936-1938 – L. Nichols/Ralph C.F. Nichols (Inggris)
  • 1932-1935 – Donald C. Hume/R.M. White (Inggris)
  • 1929-1931 – Frank Devlin/Gordon “Curly” Mack (Irlandia)
  • 1928 – Sir George Alan Thomas/Frank Hodge (Inggris)
  • 1926-1927 – Frank Devlin/Gordon “Curly” Mack (Irlandia)
  • 1925 – Herbert Uber/A.K. Jones (Inggris)
  • 1924 – Sir George Alan Thomas/Frank Hodge (Inggris)
  • 1923 – Frank Devlin/Gordon “Curly” Mack (Irlandia)
  • 1922 – Guy A. Sautter (Inggris)/Frank Devlin (Irlandia)
  • 1921 – Sir George Alan Thomas/Frank Hodge (Inggris)
  • 1920 – A.F. Engelbach/R. du Roveray (Inggris)
  • 1915-1919 – tidak diadakan (Perang Dunia I)
  • 1913-1914 – Frank Chesterton/George Alan Thomas (Inggris)
  • 1912 – Henry Norman Marrett/George Alan Thomas (Inggris)
  • 1911 – P.D. Fitton/Ernest Edward Shedden Hawthorn (Inggris)
  • 1910 – Henry Norman Marrett/George Alan Thomas (Inggris)
  • 1909 – Frank Chesterton/Albert Davis Prebble (Inggris)
  • 1908 – Henry Norman Marrett/George Alan Thomas (Inggris)
  • 1907 – Albert Davis Prebble/Norman Wood (Inggris)
  • 1906 – Henry Norman Marrett/George Alan Thomas (Inggris)
  • 1905 – C.T.J. Barnes/Stewart Marsden Massey (Inggris)
  • 1904 – Albert Davis Prebble/Henry Norman Marrett (Inggris)
  • 1903 – Stewart Marsden Massey/E.L. Huson (Inggris)
  • 1900-1902 – H.L. Mellersh/F.S. Collier (Inggris)
  • 1899 – D. Oakes/Stewart Marsden Massey (Inggris)

Tunggal putri

  • 2013 – Tine BAUN (Denmark)
  • 2012 – Li Xuerui (China)
  • 2011 – Wang Shixian (China)
  • 2010 – Tine Rassmussen (Denmark)
  • 2009 – Wang Yihan (China)
  • 2008 – Tine Rassmussen (Denmark)
  • 2005-2007 – Xie Xingfang (China)
  • 2004 – Gong Ruina (China)
  • 2003 – Zhou Mi (China)
  • 2002 – Camilla Martin (Denmark)
  • 2000-2001 – Gong Zhichao (China)
  • 1997-1999 – Ye Zhaoying (China)
  • 1996 – Bang Soo Hyun (Korea Selatan)
  • 1995 – Lim Xiao Qing (Swedia)
  • 1993-1994 – Susi Susanti (Indonesia)
  • 1992 – Tang Jiuhong (China)
  • 1990-1991 – Susi Susanti (Indonesia)
  • 1989 – Li Lingwei (China)
  • 1988 – Gu Jiaming (China)
  • 1987 – Kirsten Larsen (Denmark)
  • 1986 – Kim Yun-Ja (Korea Selatan)
  • 1985 – Han Aiping (China)
  • 1984 – Li Lingwei (China)
  • 1982-1983 – Zhang Ailing (China)
  • 1981 – Sun Ai Hwang (Korea Selatan)
  • 1979-1980 – Lene Køppen (Denmark)
  • 1978 – Gillian Gilks – kemudian Goodwin (Inggris)
  • 1977 – Hiroe Yuki (Jepang)
  • 1976 – Gillian Gilks – kemudian Goodwin (Inggris)
  • 1974-1975 – Hiroe Yuki (Jepang)
  • 1973 – Margaret Beck – kemudian Lockwood (Inggris)
  • 1972 – N. Nakayama (Jepang)
  • 1971 – Eva Twedberg – kemudian Stuart (Swedia)
  • 1970 – Etsuko Takenake (Jepang)
  • 1969 – Hiroe Yuki (Jepang)
  • 1968 – Eva Twedberg – kemudian Stuart (Swedia)
  • 1966-1967 – Judy Hashman – sebelumnya Devlin (Amerika Serikat)
  • 1965 – Ursula Smith (Inggris)
  • 1961-1964 – Judy Hashman – sebelumnya Devlin (AS)
  • 1960 – Judy Devlin – kemudian Hashman (AS)
  • 1959 – Heather M. Ward – kemudian Nielsen (Inggris)
  • 1957-1958 – Judy Devlin – kemudian Hashman (AS)
  • 1955-1956 – Margaret Varner (AS)
  • 1954 – Judy Devlin – kemudian Hashman (AS)
  • 1953 – Marie Ussing (Denmark)
  • 1952 – Tonny Ahm (Denmark)
  • 1951 – Aase Schiøtt Jacobsen (Denmark)
  • 1950 – Tonny Ahm (Denmark)
  • 1949 – Aase Schiøtt Jacobsen (Denmark)
  • 1948 – Kirsten Thorndahl (Denmark)
  • 1947 – Marie Ussing (Denmark)
  • 1940-1946 – tidak diadakan (Perang Dunia II)
  • 1939 – Dorothy Walton (Kanada)
  • 1938 – Daphne Young – kemudian Warrington (Inggris)
  • 1936-1937 – Telma Kingsbury (Inggris)
  • 1935 – Betty Uber (Inggris)
  • 1934 – Leoni Kingsbury – kemudian Middlemost (Inggris)
  • 1933 – Alice Woodroffe – kemudian Teague (Inggris)
  • 1932 – Leoni Kingsbury – kemudian Middlemost (Inggris)
  • 1929-1931 – F.G. Barrett (Inggris)
  • 1928 – Margaret Rivers Tragett – sebelumnya Larminie (Inggris)
  • 1926-1927 – F.G. Barrett (Inggris)
  • 1925 – Margaret Stocks – sebelumnya McKane (Inggris)
  • 1924 – Kitty McKane – kemudian Godfrey (Inggris)
  • 1923 – Lavinia C. Radeglia (Inggris)
  • 1920-1922 – Kitty McKane – kemudian Godfrey (Inggris)
  • 1915-1919 – tidak diadakan (Perang Dunia I)
  • 1913-1914 – Lavinia C. Radeglia (Inggris)
  • 1912 – Margaret Rivers Tragett – sebelumnya Larminie (Inggris)
  • 1911 – Margaret Larminie – kemudian Rivers Tragett (Inggris)
  • 1903-1910 – Ethel B. Thomson – kemudian Larcombe (Inggris)
  • 1902 – Muriel Lucas – kemudian Adams (Inggris)
  • 1900-1901 – Ethel B. Thomson – kemudian Larcombe (Inggris)

Tunggal putra

  • 2013 – Chen Long (China)
  • 2012 – Lin Dan (China)
  • 2010-2011 – Lee Chong Wei (Malaysia)
  • 2009 – Lin Dan (China)
  • 2008 – Chen Jin (China)
  • 2006-2007 – Lin Dan (China)
  • 2005 – Chen Hong (China)
  • 2004 – Lin Dan (China)
  • 2003 – Muhammad Hafiz Hashim (Malaysia)
  • 2002 – Chen Hong (China)
  • 2001 – Pullela Gopichand (India)
  • 2000 – Xia Xuanze (China)
  • 1999 – Peter Gade (Denmark)
  • 1998 – Sun Jun (China)
  • 1997 – Dong Jiong (China)
  • 1995-1996 – Poul Erik Høyer (Denmark)
  • 1993-1994 – Heryanto Arbi (Indonesia)
  • 1992 – Liu Jun (China)
  • 1991 – Ardy Wiranata (Indonesia)
  • 1990 – Zhao Jianhua (China)
  • 1989 – Yang Yang (China)
  • 1988 – Ib Frederiksen (Denmark)
  • 1986-1987 – Morten Frost Hansen (Denmark)
  • 1985 – Zhao Jianhua (China)
  • 1984 – Morten Frost (Denmark)
  • 1983 – Luan Jin (China)
  • 1982 – Morten Frost Hansen (Denmark)
  • 1981 – Liem Swie King (Indonesia)
  • 1980 – Prakash Padukone (India)
  • 1978-1979 – Liem Swie King (Indonesia)
  • 1977 – Flemming Delfs (Denmark)
  • 1976 – Rudy Hartono (Indonesia)
  • 1975 – Svend Pri (Denmark)
  • 1968-1974 – Rudy Hartono (Indonesia)
  • 1967 – Erland Kops (Denmark)
  • 1966 – Tan Aik Huang (Malaysia)
  • 1965 – Erland Kops (Denmark)
  • 1964 – Knud Aage Nielsen (Denmark)
  • 1960-1963 – Erland Kops (Denmark)
  • 1959 – Tan Joe Hok (Indonesia)
  • 1958 – Erland Kops (Denmark)
  • 1956-1957 – Eddy B. Choong (Malaysia)
  • 1955 – Wong Peng Soon (Malaysia)
  • 1953-1954 – Eddy B. Choong (Malaysia)
  • 1950-1952 – Wong Peng Soon (Malaysia)
  • 1949 – Dave G. Freemann (Amerika Serikat)
  • 1948 – Jørn Skaarup (Denmark)
  • 1947 – Conny Jepsen (Swedia)
  • 1940-1946 – tidak diadakan (Perang Dunia II)
  • 1939 – Tage Madsen (Danmark)
  • 1936-1938 – Ralph C.F. Nichols (Inggris)
  • 1935 – R.M. White (Inggris)
  • 1934 – Ralph C.F. Nichols (Inggris)
  • 1933 – R.M. White (Inggris)
  • 1932 – Ralph C.F. Nichols (Inggris)
  • 1931 – Frank Devlin (Irlandia)
  • 1930 – Donald C. Hume (Inggris)
  • 1925-1929 – Frank Devlin (Irlandia)
  • 1924 – Gordon “Curly” Mack (Irlandia)
  • 1923 – Sir George Alan Thomas (Inggris)
  • 1920-1922 – Sir George Alan Thomas (Inggris)
  • 1915-1919 – tidak diadakan (Perang Dunia I)
  • 1913-1914 – Guy A. Sautter (Inggris)
  • 1912 – Frank Chesterton (Inggris)
  • 1911 – Guy A. Sautter (Inggris)
  • 1909-1910 – Frank Chesterton (Inggris)
  • 1908 – Henry Norman Marrett (Inggris)
  • 1906-1907 – Norman Wood (Inggris)
  • 1904-1905 – Henry Norman Marrett (Inggris)
  • 1902-1903 – Ralph Watling (Inggris)
  • 1901 – Kaptajn H.W. Davies (Inggris)
  • 1900 – Sidney H. Smith (Inggris)
  • 1899 – tidak ada nomor tunggal putra

Incoming search terms:

  • pendaftaran inja warrior 2018
  • proposal event jepang
  • format umum surat lamaran kerja dan cv di apotek dalam bahasa inggrjs dan artinya
  • cpntoh proposal karangan ilmiah tentang tournament
  • contoh surat lamaran kapal pesiar
  • contoh proposal ptk bahasa indonesia
  • contoh proposal karangan ilmiah tentang tournamen
  • contoh proposal bahasa indonesia pdf
  • syarat melamar kerja dalam bahasa inggris com
  • Biography of kim hanbin dalam bentuk teks dalam bahasa inggris beserta terjemahannya

TAHU KAH KAMU ? Pada kejuaraan Bulu Tangkis Bintang lima yang diselenggarakan  di Negeri Ratu Elisabeth kali ini, Indonesia mengirimkan sejumlah atlit-atlit yang sebagian besar di isi pemain pemain Pelatnas Cipayung.PEMAIN BULUTANGKIS INDONESIA PADA KEJUARAAN ALL ENGLAND 2015 Ada 39 atlit BuluTangkis Indonesia yang akan turun di lima nomor yang dipertandingkan.

Kejuaraan yang memberikan hadiah total 500ribu dolar AS itu merupakan kejuaraan yang prestisius All England sendiri sebenarnya adalah turnamen super series premiere yang cukup ditunggu. Orang banyak yang tahu kalau turnamen ini bernama All England, namun sebenarnya nama asli atau nama panjang dari turnamen ini adalah The All England Open Badminton Championship. Yonex sendiri menjadi sponsor resmi turnamen ini sejak tahun 1984 sekaligus memperpanjang nama turnamen ini menjadi Yonex All England Open Badminton Championship.

Dalam 103 tahun usianya, turnament All England telah 8 kali berpindah tempat dan berpindah kota. Tercatat Wembley Arena di kota London merupakan tempat yang paling lama pernah menggelar kejuaraan ini yaitu dari tahun 1957-1993 sampai kemudian turnamen ini dipindahkan penyelenggaraanya pada tahun 1994 sampai dengan sekarang di National Indoor Arena di kota Birmingham. Tempat tempat lain yang pernah menggelar kejuaraan ini adalah HQ of the London Scottish Rifles di Buckingham Gate (1889-1901), Crystal Palace Central Transept di Sydenham Hill (1902), London Rifles Brigade’s City Headquarters di Bunhill Row, Islington (1903-1909), Horticultural Hall behind the Army and Navy Stores di Vincent Square, Westminster (1910-1939), Harringay Arena, North London Stadium di North London (1947 -1949), Empress Hall di Earls Court (1950-1956).
Dan kali ini tahun 2015 Indonesia kembali mengirimkan Atlit-atlit terbaik mereka yang siap bertanding untuk mengharumkan nama bangsa. Dan berikut susunannya :
1.      
 TUNGGAL PUTRA
  • SIMON SANTOSO
  • TOMMY SUGIARTO
  • DIONYSIUS HAYOM RUMBAKA

TUNGGAL PUTRI
  • LINDA WENIFANETRI
  • BELLAETRIX MANUPUTTY
  • MILLICENT WIRANTO

GANDA PUTRA
  • HENDRA SETIAWAN – MOHAMMAD AHSAN
  • ANGGA PRATAMA – RICKY KARANDA SUWARDI
  • WAHYU NAYAKA ARYA PANKARYANIRA – ADE YUSUF SANTOSO
  • MARCUS FERNALDI GIDEON – KEVIN SANJAYA SUAMULJO
  • ANDREI ADISTIA – HENDRA APRIDA GUNAWAN

GANDA PUTRI
  • GREYSIA POLLI – NITYA KRISHINDA MAHESWARI
  • SUCI RIZKI ANDINI – MARETHA GEA GIOVANI
  • DIAN FITRIANI – NADYA MELATI
  • PIA ZEBAIDAH BERNADETH – RIZKI AMELIA PRADIPTA

GANDA CAMPURAN
  • TANTOWI AHMAD – LILIANA NATSIR
  • RIKY WIDIANTO – RICHI PUSPITA DILI
  • PRAVEN JORDAN – DEBBY SUSANTO
  • EDI SUBAKTIAR – GLORIA EMANUELLE WIDJAJA
  • KEVIN SANJAYA SUKAMULJO – GRESIA POLLI
  • MARCUS FERNALDI GIDEON – NITYA KRISHINDA MAHESWARI
  • AGRIPPINA PRIMARAHMANTO PUTERA – RIZKI AMELIA PRADIPTA
  • MARKIS KIDO – PIA ZEBAIDAH BERNADETH

Tahun ini penyelenggaraan All England memasuki usia 103 tahun usianya, dunia menunggu dan berharap-harap cemas terutama negara ini, mungkinkah akan ada lagi pemain negeri ini yang akan menciptakan kejutan. Berekekuatan 39 pemain peluang Indonesia tetap ada meskipun pemain pemain dunia dari China, Korea, Malaysia, Thailand, Denmark sudah siap-siap menghadang laju mereka di babak awal, tapi kita berdo’a semoga mereka mampu mengharuman nama Indonesia dengan membawa kemenangan.

Juara All Engglan sepenjang masa!!

Incoming search terms:

  • contoh proposal turnamen volly bal
  • fans club futsal
  • PROPOSAL BANTUAN DANA LAPANGAN BULU TANGKIS
  • proposal dana untuk mengikuti turnamen bulutangkis ke sekolah
  • proposal sepak bola doc